Senin, 23 Maret 2015

kehidupan pondok pesantren Al Hamidi bermula (part1)




CERITA BERAWAL DI PONPES AL HAMIDI ( PUTM )
Jln. KALIURANG KM 23,3 YOGYAKARTA

Suara angin yang begitu datang dengan sepoi-sepoi membuat tubuh ini merasakan kenikmatan allah yang sangat luar biasa, kicauan burung memecahkan keheningan di sore itu. Suasana yang sangat berbeda di hari-harinya yang sebelumnya, dimana udara panas, keramaian, kelauarga, dan teman-teman biasanya ngumpul-ngumpul kini terasa hilang dan menjadi kenangan, sekarang dia berada di kehidupan yang baru, lingkugan baru, teman yang baru, dan pastinya tantangan yang baru. Dia pemuda yang datang dari kehidupan yang bebas kini masuk kedalam lingkungan yang begitu ketat dan islami yakni di pondok pesantren Al-hamidi, atau dikenal dengan PUTM (  Pendidikan Ulama’ Tarjih Muhammadiyah ). Dan saat itu pula cerita kehidupannya dimulai.
Sekitar tanggal 12 mei 2012, tepatnya jam 08:12 WIB zaki beserta keluarganya sampai di kota Yogyakarta, dari Batam. Pada saat keluar dari bandara dan menuju Hotel Ambarukmo di dalam taksi terjadi percakapan antara si anak dan si bapak, “pak, nanti setelah mengantar ananda ke jogja jangan terlalu cepat pulang ke Batam, karna ananda masih belum bisa jauh dari ayahanda dan ibunda”. Dan ayah menanggapi dengan santai dan ngomong, …anak ni macam mane…? Dah besar masih tak nak jauh dari ayahanda me bunda..!!  anande harus boleh mandiri. Dengan muka yang begitu sedih si zaki terdiam dengan perkataan ayahnya, dan si ibuk sibuk mengurus adiknya yang dari tadi rewel pengen ice cream. Ouh iya di dalam kisah ini zaki adalah anak pertama dari kelaurga bpk Eriantoni dan Jasmawati, mereka adalah keturunan melayu.
Si zaki bercita-cita menjadi seorang pengacara yang handal, dan dia ingin mengambil jurusan Hukum di UGM ( Universitas Gadjah Madha ). Dan si zaki memiliki seorang paman yang bernama Prof. dr. Syamsul Anwar, guru besar di UIN ( Universitas Islam Negri ). Dia termotivasi dari cerita ayahnya yang mengatakan bahwa pamannya itu sukses disana, dan dia juga kuliah hukum. Dan pamannya itu juga pernah pulkam dan mengajak si zaki untuk kuliah ke jogja. Dan setelah si zaki puas jalan-jalan menjajah tempat wisata di Yogyakarta bersama ayahanda dan ibundannya tercinta dia merasa mulai betah berada di Yogyakarta.
 ketika jam 03:00 terdengar suara bel dari kamar hotel, dan ayahnya membuka pintu, ternyata yang datang adalah pamannya, paman syamsul. Dan beliau di ajak masuk oleh ayahnya si zaki dan mereka asik berbicara membahas hal-hal yang sepertinya tentang kuliah zaki.  Dan mereka asik bicara hingga hampir magrib dan paman syamsul pamit sambil berkata dengan ayahnya si zaki, “ ton..besok jam 02 an kita ke tempat pendaftaran si zaki”…dan pak toni mejawab “..iya pak..”.
singkat cerita, esok hari jam 02:00 pun tiba. Paman syamsul ternyata sudah menunggu di kamar tanpa di ketahui oleh si zaki karena ia keluar jalan-jalan dengan temannya. Zaki di panggil ayanya, “..zak ayo siap-siap kita kelaur sama pamanmu,,!!. Zaki menjawab..iya yah bentar zak mandi….”. setelah mandi, akhirnya mereka keluar dengan paman syamsul. Setelah begitu lama jalan dan diam di dalam mobil, akhirnya mereka sampai di kampus UGM. Setelah itu masuk dan si zaki cukup terpukau melihat universitas tersebut yang cukup megah dan terkenal. Tapi tidak berapa lama mereka jalan lagi menuju ke jln. Kaliurang. Setelah sampai di kaliurang dan tertulis KM 23,3 dan kami berhenti pada sebuah pesantren dengan nama Pesantren Al Hamidi. Dan disitu juga tertulis PUTM, si zaki semakin bingung tapi agak terlihat tenang karena terasa dingin dan sunyi dari keramaian. Dengan banyak perbincangan ternyata si zaki di daftarkan disitu, si zaki tampa banyak bicara dan diam dia pun manut wae. Waktu terus di lewati, dan akhirnya setelah tes dan si zaki lulus di PUTM. Dan cerita pun bermulai.  Kehidupan yang di jalani zaki pada saat itu berubah total, ketika ia hrus memakai pakaian islami setiap hari, dan dia harus bangun jam 02:30 untuk melakukan shalat tahajjud secara berjamaah. Zaki merasa sangat berat dengan keadaan yang baru itu yang berubah secara cepat dan spontan, dengan hawa kaliurang yang begitu dingin bagaikan hidup di eropa, kalo ngomong keluar uap atau di kenal dengan asap sungguh membuat hidupnya menjalaninya terasa sangat berat. Namun zaki tetap bersabar dalam menjalani kehidupan di pondok pesantren Al Hamidi. Hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun ia lewati dan tenyata kesabaran tersebut membawa dirinya berubah total, yang dulu ngomong asal ceplos, makan berjalan dan sebagainya kini berubah tambah sopan dan mengenal agama lebih baik daripada sebelumya. Zaki merasakan perubahan besar pada dirinya, kini dia di kenal dengan panggilan ustad walaupun sebenarnya dia tidak mau di panggil ustadz karena merasakan dirinya masih sangat jauh di panggil ustadz.
CONTINUE................................

Minggu, 22 Maret 2015

keyakinan hati








JENDELA CINTA
Part 2
( keyakinan hati )

Hari ini, hati ini bertanya- Tanya akankah aku mampu melewati prasaan yang kau berikan tanpa kepastian ini kasih……….?????? Kau membuatku tuk mampu melewati semua masalah ini baik dalam kuliahku maupun dalam kehidupanku sehari”..ya kaulah sugestiku tuk mengatakan bahwa aku mampu dan bias melewati masalah ini. Kamu….”ya kamu”……yang tetap dialam hatiku yakinlah ada waktunya kita bersama untuk selamanya, mungkin saat ini tuhan melarang atau bahkan menjaga kita dari maksiat …yang mampu menjerumuskan kita kedalam jurang dunia..cewet..tetaplah bersamaku,..tetaplah dihatiku..dan tetaplah menjadi penyemangat agar aku mampu melewati ini semua.. jika cinta itu memang benar maka dengan do’a dan usaha memperbaiki dirilah yang bias membuat kita yakin bahwa allah akan menyatukan kita…..walaupun dalam perjalan kita badai dating silih berganti untuk menguji kekuatan hati dan cinta ini…akankah tembok yang kita bangun ini akan hancur..???????? ya jawabannya ada pada diri kita masing”..bagaimana kita mengartikan cinta..aku hanya meminta satu hal berusahalah dan berdo’alah untuk mencapai tujuan yang kita impikan.
Cewet……tetaplah bersamaku..temani aku di dlam perjalananku ini agar aku mampu melewati semua dengan keyakinan bahwa kau menemaniku dimanapun….engaku tahu rembulan yang ku sebut itu adalah dirimu…ya dirimu dan aku berharap cahayamu menemaniku dalam perjalanan ini..
Cewet…engkau adalah misteri bagiku dan aku berharap mampu memecahkan misteri tersebut sehingga aku mendapatkan apa yang aku dank au inginkan..yaa aku cemburu dengan orang”yang berada disampingmu yang mampu membuatmu tersenyum stiap hari..yang mampu membahagiakanmu ketika dirimu sedih..aku cemburu dengan mereka yang begitu dekat dan memiliki kesempatan menikmati indahnya senyumanmu… dan aku cemburu dengan laki” yang dekat denganmu yang bias membuatmu begitu nyaman sehingga aku berfikir dan marah dalam diri ini..kenapa aku tidak seperti mereka….?? Namun aku berfikir aku bukan mereka dan aku harus menajdi diriku sendiri..sehingga tertanam dalam diri “ aku ya aku,,..dan tetap aku..bukan mereka dan inilah aku apa adanya”….aku pernah mencoba untuk berhenti dengan pengharapan yang kau gantung ini..namun aku harus membuktikan kata”ku yang telah kuucapkan kepadamu…..kini keyakinan htiku begitu kuat walaupun nanti kuharus menelan pahit’a kesia-siaan…aku merindukan kebersamaan itu dan kedamaian itu…….tetaplah bersamaku rembulanku..?
……………………………………………” miss u cewet”……………………………………………………..



antara rindu dan tanda tanya










JENDELA CINTA
Part 1
(dilema antara rindu dan tanda tanya)
Sore ini….ketika hujan turun aku masih berada di jendela kamarku dengan melihat ribuan tetesan hujan yang menyentuh bumi, yang semakin lama semakin deras dan membasahi segalanya…begitulah yang kurasakan saat ini. Menahan rindu kepada dirimu yang jauh disana tanpa ada paksaan dan bukan terpaksa mereka dating setiap saat ketika aku memikirkanmu..aku tahu mungkin ini hal yang amat bodoh kulakukan aku…bkan siapa”mu lagi…namun inilah kenyataannya diri ini msih merindukan kedamaian dan kenyamanan saat bersamamu..hingga hari ini aku belum bias terima atas tuduhan mereka yang mengatakan aku meninggalkanmu karena perempuan lain…tidak, tanpa kausadari dirimu dikuasai rasa amarah karna cemburu sehingga dirimu mengeluarkan kata” yang seharusnya tidak kau keluarkan dan membuat hati ini terluka. Tanpa ada kesempatan untuk menjelaskan hal yang harus kau ketahui..tapi sudahlah aku tidak akan membalas ataupun menuntut apapun darimu, namun satu hal yang akan kuperlihatkan kepadamu bahwa aku tidak pernh mendua dengan cinta kita ini hingga hari ini aku masih tetap membuktikan betapa diriku sangat mencintai dan tidak mengkhianati cinta suci ini sedikitpun. Apakah salah bila aku berhubungan dengan semua orang walaupun mantanku..? tanpa kau bertanya dulu ? apakah dirimu lebih percaya mereka…?? Bukankah dirimu pernah mengatakan berhubunganlah kepada siapapun tapi ingat batasan…??? Ya semua hanya omongan yang tak bias kita pertanggung jawabkan antara satu dengan yang lain..sampai hari ini dijendelaku sambil ditemni segelas kopi hitam aku masih menyimpan rindu yang begitu amat besar kepadamu..yang semakin menyesak di dalam hati ini..cobalah untuk pahami betapa besar kesungguhanku kepadamu..ini bkan masalah aku bodoh..tidak punya harga diri dan sebagainya…ini masalah komitmen yang telah kubangun di dalam diriku bahwa diriku tidak akan meninggalkan orang yg bersungguh-sungguh denganku dan aku akan bertahan dengan mereka yang benar” ingin bersama sampai waktu’a allah mempersatuan dengan ikatan suci yang halal.

                Kini hari terus berganti dan diriku masih dijendela ini dengan sejuta kenangan yang masih tersimpan digaleri hati yang siap kusampaikan kepadamu suatu saat nanti..tunggulah diriku..kan kujemput dirimu untuk menjadi yang halal didalam diriku..kita lewati batu kerikil dan angina yang kencang untuk dapat berlabuhan di perlabuhan yang kita nantikan…….yaa yang kita nantikan bersama..
“NANTIKANKU DIBATAS WAKTU”……..ketika jarak memisahkan kita kepada orang yang kita sayangi hanya do’alah pemberian terbaik yang dapat kita lakukan

Selasa, 03 Maret 2015

beberapa asfek hambatan dalam berdakwah di zaman modern ini



hambatan yang terjadi dalam dakwah yang modern ini antara lain meliputi 3 aspek antara lain 
A.    ASPEK PRIBADI (nafsiyyah)
B.     ASPEK EKSTERNAL
C.     ASPEK PERGERAKAN


A.    ASPEK PRIBADI (nafsiyyah)
    Cinta popularitas, suka "pamer". Mereka akan lemah dan tidak mau bekerja atau malas jika harus beramal dibelakang layar dan tanpa liputan. Padahal mengelola dan mendampingi grup-grup pembinaan sebagai inti kaderisasi dakwah adalah aktifitas belakang layar
2.      Tergesa-gesa dan tidak sabaran. Mereka ingin memetik buah sebelum tiba masa panen.
3.       Tidak punya percaya diri, inferior dan minder. Diberi amanah megang kelompok pembinaan, gak mau, minder, padahal gabung aktifitas dakwah sudah bertahun-tahun, dan catatannya berjilid-jilid. Di minta jadi tokoh masyarakat (ketua RT, RW, DKM) gak mau, gak berani, minder. Bukan lantaran masalah mengejar jabatan, tapi karena rendah diri. Padahal dai adalah pemimpin. itulah yang membuat hambatan dalam dakwah. dan terkadang merasa terlalu angkuh dan merasa lebih dari yang lain, dengan sombong mengatakan "kamu siapa mau menasehti saya..ilmu sudah sampai mana..? lulusan mana ..?" terkadang itu yang terjadi di dalam masyarkat.

1. B.     ASPEK EKSTERNAL

1.      Harta. Dulu janji dan tekadnya "Kalau nanti punya motor, saya akan selalu hadir liqo dan tidak akan terlambat!". Kanyataan hari ini? Malah yang sering absen....uadah sibuk dengan "bisnis", "proyek" dan hartanya.
2.      Wanita. Wanita dalam artian istri, yang terkadang "bisa" mempengaruhi, mengatur dan mengendalikan dirinya. Istri yang bukannya menyemangati dalam dakwah tapi malah melemahkan dan menyimpangkan orientasi amal. Serta, wanita dalam artian wanita asing di luar istri. Banyak kejadian, aktivis dakwah rontok dan berjatuhan di medan dakwah gara-gara wanita..... Beberapa kasus terangkat, yang tersembunyi barangkali lebih banyak. Dalam beragam bentuk dan tingkatan, dari yang ringan sampai yang berat.
3.      Kekuasaan. Harta, wanita dan kekuasaan boleh dan sah untuk dikejar, tapi jangan sampai kita dikendalikan oleh semua itu, kita yang musti mengendalikan.

C.     ASPEK PERGERAKAN

1.      Kelesuan (futur)
2.       Perilaku infirodiyah (individual), merasa diri lebih mampu tanpa yang lain, bahkan tanpa jamaah. Bikin manuver-manuver pribadi tanpa koordinasi.
3.      Fanatik yang salah.
itulah yang membuat banyak pendakwah saat ini meluncurkan ceramah" yang sangat oke namun tidak ada dampak atau efek dari apa yang ia sampaikan...karena niat yang mereka tampakkan saja sudah salah..ingin di puji..ingin dilihat oleh khalayak orang banyak..ingin diagungkan nama'a..sehingga itulah yang membuat dakwah itu sendiri terhambat seorang ustad mengatakan  bahwa jika seorang ulama atau ustad berdakwah hanya ingin dipuji dan sebagainya maka ia belum mengenal siapa "ALLAH"nya..

Jumat, 27 Februari 2015

kisah dari surah an-nur ayat 26 lelaki baik(soleh)memperoleh wanita baik (sholehah)

Salah satu senjata Pria beriman adalah Wanita Sholihah yang diperolehnya. Karena wanita sholihah itu selain bisa sebagai perhiasan/kekayaan yang paling mulia- setelah keimanan dan ketakwaan kpd Allah bagi pria serta dianggap sebagai salah satu sebab kebahagiaan. dan dari tangan wanita sholihah itulah hidayah kepada suami kan hadir.. dan kan terlahir generasi Robbani.

Bila hati ditangan Allah dan hanya Dia yg bisa mengendalikan dan membolak balikkannya, milikilah senjata orang beriman dan otak ibadah yaitu do'a. Yah.., do'a istri sholihah sangat berpengaruh thdp perubahan suaminya.
banyak-banyaklah berdo'a dan bertawasul kepada-Nya. Kita bisa mengulang-ulang do'a dengan menggunakan  Asma'Al-husna yang memiliki arti kasih,sayang dan cinta.

diantara do'a-do'a istri sholihah..
"Ya Allah, satukanlah hatiku dan hatinya, sebagaimana Engkau menyatukan hati-hati hamba MU. Ya allah, tundukkanlah ia untukku, sebagaimana Engkau telah menundukkan laut untuk Musa. Segala puji bagi Allah dan shalawat untuk nabi Muhammad."

"Ya Allah, tambahkan lah kedekatanku kepada-Mu. . tambahkanlah kedekatanku kepada-Mu.. ya Allah jadikanku orang yang bersabar. jadikanku sebagai orang yang bersyukur. ya Allah jadikanku sebagai orang kecil menurut pandanganku dan sebagai orang besar, menurut pandangan orang lain."


Seorang istri lebih baik menerima suaminya apa adanya, ia harus menerima sebagian pemikiran,sifat dan tindakan yang berbeda dengannya karena tidak mungkin dua orang akan sama dalam segala hal.

sumber : Cerdas menjadi pendamping ' Syaikh nashir Asy-Syafi'i
 * ! *

Selasa, 24 Februari 2015

cerita tanpa judul ( prinsip-prinsip kmunikasi,prosesual,irreversible and panasea )

sewaktu bersekolah terdapat dua orang teman yang sangat dekat..ya bisa dikatankan seperti kakak adek, atau saudara kembar. kadang mereka jalan" santai dengan baju yang sama dengan gaya yang sama..tpi satu hal mereka yg pasti jelas berbeda orangtua..haha...dan beda kesukaan club bola. dan pada suatu ketika pada saat mereka selesai di sekolah menengah atas mereka memiliki tujuan untuk melanjutkan kehidupan mereka yg berbeda..ouh ya lupa..nama 2 orang teman tadi asmel parendi dan zaki. zaki merupakan orang yg terlahir dengan keluarga yang begitu serba berkecukupan, sedangkan asmel terlahir dengan keluara ya berkecukupan juga. akan tetapi mereka memiliki pandangan yang berbeda akan kehidupan setelah kluar dari SMA. zaki sangat berkeinginan melanjutkan kuliahnya di yogkarta dan sangat ingin lulus masuk UGM ( Universitas Gadjah Mada ). sedangkan asmel ingin mencari pekerjaan karena ingin membantu bapaknya menjaga kenoko. sehingga terjadilah percakapan mereka berdua yang sangat lumayan ada perdebatan zaki sangat ingin membawa asmel keyogyakarta agar dapat melanjutkan pendidikan bersama sama..zaki dengan segala cara membujuk asmel agar mau bahkan orangtua zaki pun ikut memberi penjelasan kepada asmel dan setelah berdikusi di rumah zaki hampir 2 jam akhirnya asmel pun manut dengan apa yang dikatakan oleh ayahnya si zaki sehingga mereka bersama sama lagi melanjutkan kuliah di kota yg sama walaupun tidak satu Universitas tapi usaha zaki meyakinkan asmel tidak sia sia. dan kini mereka sudah berada di yogyakarta hampir 4 tahun. mereka tetaplah 2 orang remaja yang kocak yang dengan seribu rasa keinginan tahuan mereka terhadap sesuatu. akan tetapi sebelum berangkat ke yogyakarta para tetangga bertanya kepada mereka berdua mereka akan melanjutkan kuliah dimana, mereka berdua menjawab akan ke UGM secara bersama. namun pada kenyataannya mereka berpisah di yogyakarta dengan alasan biar dapat pengalaman yang baru namun mereka tetap sering bertemu dan zaki tetap ke Universitas Gadjah Madha (UGM). sedangkan asmel di Universitas Islam Indonesia ( UII ) sedangkan masyarakat hanya mengetahui bahwa mereka  berdua di universitas yang sama ketika zaki pulang kampung sedangkan asmel tidak, dikarenakan ada tugas kuliah. zaki mengatakan kepada masyarakat mereka berdua di universitas yang berbeda. namun karena masyarakat hanya tahu mereka berdua di universitas yang sama, masyarakat tetap saja mengatakan mereka di universitas yang sama walaupun sudah di jelaskan. kembali lagi ke jogja dengan kisah dua remaja yang semakin dewasa tadi..dan dalam menjalani masa kuliah mereka tetap selalu seperti di SMA ketika ada uang maka salah satunya harus mentraktir..jika ingin kesana kesini mereka selalu saling memberi pendapat sehingga pada suatu malam terjadi satu kejadian yang mana si asmel di tabrak oleh orang yang berkendara dengan ugal ugalan dan asmel dan zaki mengejar orang tersebut sampai dapat, setelah dapat orang tersebut yang umurnya hampir kurang lebih sama dengan asmel dan zaki meminta ma'af atas kejadian tersebut. namun karena dia tabrak lari dan mereka berdua sudah terbawa emosi ma'af itu tidak semudah itu di dapati oleh orang tersebut sehingga zaki dan asmel memukul orang tersebut. tidak terlalu parah mereka hanya memberi pringatan kepada orang tersebut jangan sampai membuat hal itu tuk kedua kalinya terhadap orang lain. singkat cerita asmel dan zaki wisuda bersamaan di beda universitas dan hidup mereka terus berlangsung dengan damai walau terkadang ada perdebatan diantara mereka..mereka itulah yang dapat dikatakan dengan nama SAHABAT.

Minggu, 01 Februari 2015

izinkanku mengkhitbahmu suatu saat nanti ukhti






Sebelumnya kumohonkan maaf atas kelancanganku menulis rangkaian kata ini, tidak lain atas rasa maluku akan dirimu. Mudah-mudahan kelancangan ini bukanlah hal yang melanggar syar'i. Aku ingin memastikan tidak ada ikhwan lain yang ingin atau sedang berta'aruf atau bahkan telah mengkhitbahmu. Setelah meyakinkan diri, kutuliskan kata-kata ini, agar hatiku tak lagi terpenjara oleh kebodohan rasa ini. Aku ingin bertanya lewat sahabat-sahabatmu, tetapi aku terlalu malu, jika mereka akan berkata bahwa engkau telah atau akan segera berta'aruf dengan ikhwan lain atau sedang tidak bercita untuk segera menikah. Jika aku bertanya lewat sahabatku, aku tak siap jika harus mendengar penolakanmu dari lidah mereka, kuingin mendengarnya langsung dari hatimu, dalam perkenanmu. Jika aku harus mengatakan langsung padamu dengan lidahku, aku tak sanggup merangkai kata yang baik dan indah.. Tulisan ini tak lain atas niat suci yang terlalu besar hingga aku tak mampu jika harus memikulnya terlalu lama, sendiri. Berawal dari niat suci, hingga tak ingin jika sampai dikotori oleh kesalahanku yang bodoh ini. Dan ingin ku akhiri dengan kesucian hati yang tak ternoda oleh rangkaian kata-kata usang ini. Jika engkau berkenan, Insya Allah, ya Ukhti, aku ingin sekedar bisa menyampaikan niat tulusku untuk mengenalmu, mengenalmu, dan mengenalmu. Walau aku sungguh, jika melihat diri ini, merasa tak layak jika harus mengenalmu. Karena jika ikhwan yang baik memiliki 100 kriteria baik, aku hanya punya satu saja. Jika ikhwan yang baik punya 1000 kriteria baik, aku hanya punya satu saja. Insya Allah, aku hanya memiliki keinginan dan semangat untuk belajar. Karena untuk urusan ilmu, tiada kata cukup dan berpuas hati hingga ajal menjelang.. Namun, jika tiada perkenan darimu, kurela dan ikhlas menerima sepenuh hati, Insya Allah. Maaf tak terkira kusampaikan, atas kelancangan dan kebodohan yang tertulis dalam putihnya harapan ini. Rasulullah saw bersabda, "Diamnya seorang wanita adalah persetujuannya." Tetapi jika ada diammu atas tulisan ini, kuanggap sebagai tiadanya perkenanmu... Ya Allah… Aku berdo'a untuk seorang wanita yang nantinya akan menjadi bagian dalam hidupku. Seorang wanita yang sungguh-sungguh mencintai-Mu lebih dari apapun, sehingga ia bisa mencintaiku apa adanya. Seorang wanita yang akan meletakkanku di posisi kedua di hatinya setelah Engkau Ya Allah... Seorang wanita yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk-Mu dan untukku. Seorang wanita yang memiliki hati yang bijak dan otak yang cerdas. Seorang wanita yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormatiku. Seorang wanita yang tidak hanya memujiku tetapi juga menasehatiku ketika aku berbuat salah. Seorang wanita yang mencintaiku bukan hanya karena ketampananku tetapi lebih kepada hatiku. Seorang wanita yang mampu menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu. Seorang wanita yang dapat membuatku merasa sebagai laki-laki sejati ketika ia butuh bantuanku. Seorang wanita yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya. Seorang wanita yang membutuhkan doaku dalam setiap perjalanan hidupnya. Seorang wanita yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi lebih sempurna. Dan seorang wanita yang selalu membutuhkan senyum dan tawaku untuk mengatasi kesedihannya. Aku ingin meminta seorang wanita yang sempurna tidak hanya secara fisik, tetapi juga memiliki hati yang sungguh-sungguh mencintai dan ingin selalu dekat dengan-Mu Ya Allah. Aku juga meminta buatlah aku menjadi laki-laki yang dapat membuatnya merasa bangga memilikiku. Berikanlah aku hati yang sungguh-sungguh mencintainya seperti aku yang juga sungguh-sungguh mencintai-Mu dengan seluruh cintaku. Namun yang paling penting, berikanlah ia hati yang cantik. Sehingga ku kan selalu bersyukur atas segala kesempurnaan yang telah engkau berikan. Dan bilamana akhirnya kami bertemu nanti, aku berharap kami berdua dapat mengatakan, “Maha Besar Engkau Ya Allah, karena telah memberikan kepada kami pasangan yang benar-benar membuat hidup kami menjadi lebih sempurna…” Aku sama sekali tidak tahu siapa wanita yang telah Kau pilihkan untukku. Tapi aku sangat meyakini bahwa Engkau akan mempertemukan kami pada waktu yang tepat. Dan akan membuat segala sesuatunya menjadi sangat indah pada waktu yang telah Engkau tentukan nanti. Amin Ya Rabbal'alamin.... Bismillah... اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ (وَيُسَمِّى حَاجَتَهُ) خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ (أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ) فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ (أَوْ قَالَ: فِيْ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ) فَاصْرِفْهُ عَنِّي َاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu dan aku memohon kekuatan kepada-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan ke-Maha kuasaan-Mu. Aku mohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu yang Maha agung, sungguh Engkau Maha kuasa sedang aku tidak kuasa, Engkau Maha Mengetahui sedang aku tidak mengetahui dan Engkaulah yang Maha Mengetahui yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (Dalam keinginanku untuk Mengkhitbah dia) lebih baik dalam agamaku, penghidupanku, dan akibatnya terhadap diriku (atau Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘..di dunia atau akhirat) takdirkan (tetapkan)lah untukku, mudahkanlah jalannya, kemudian berilah berkah atasnya. Akan tetapi, apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini membawa keburukan bagiku dalam agamaku, penghidupanku, dan akibatnya kepada diriku (atau Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘...di dunia atau akhirat’) maka singkirkanlah persoalan tersebut, dan jauhkanlah aku darinya, dan takdirkan (tetapkan)lah kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berikanlah keridhaan-Mu kepadaku.” Amin Ya Rabbal 'alamin.......